Showing posts with label Orang Tua. Show all posts
Showing posts with label Orang Tua. Show all posts

Istri dalam Masa Menyusui Tapi Suami Kebelet 'Nyetrum', Begini Caranya




Semua suami istri harus paham hal ini....


Boleh apa enggak berjima' dengan istri dalam masa menyusui?

Bila istri menyusui dalam 2 tahun apa iya harus puasa sampai 2 tahun?  Jika kondisi ASI yang keluar pun juga akan menggangu hubungan, untuk itu dalam islam sudah mengatur yang terbaik untuk umat-Nya begini caranya...

Ada sebuah pertanyaan: 

Apa hukum ghilah? Melakukan hubungan di saat istri menyusui.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Para ahli bahasa berbeda pendapat mengenai makna ‘Ghilah’. Ada 2 pendapat terkait makna ghilah,

[1] Melakukan hubungan badan dengan istri yang sedang menyusui.

[2] Wanita hamil yang menyusui anaknya.

Terdapat dalam hadis riwayat Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ الْغِيلَةِ ، حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلا يَضُرُّ أَوْلادَهُمْ


"Saya pernah berkeinginan untuk melarang ghilah, hingga saya teringat orang-orang Romawi dan Persia mereka melakukan ghilah, ternyata tidak membahayakan anak mereka". (HR. Muslim 1442)


An-Nawawi mengatakan,


اختلف العلماء في المراد بالغيلة في هذا الحديث , فقال مالك في الموطأ والأصمعي وغيره من أهل اللغة : أن يجامع امرأته وهي مرضع ، وقال ابن السكيت : هو أن ترضع المرأة وهي حامل


Ulama berbeda pendapat mengenai makna ghilah dalam hadis ini. Imam Malik dalam al-Muwatha’ dan al-Ashma’I serta ahli bahasa lainnya mengatakan, ghilah adalah melakukan hubungan badan dengan istri yang sedang menyusui. Sementara Ibnu Sikkit mengatakan, ghilaha adalah wanita menyusui bayinya sementara dia sedang hamil.


An-Nawawi melanjutkan,


قال العلماء : سبب همِّه صلى الله عليه وسلم بالنهي عنها أنه يخاف منه ضرر الولد الرضيع


Para ulama mengatakan, sebab keinginan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ghilah adalah kekhawatiran beliau itu bisa membahayakan anak yang sedang menyusu.(Syarh Muslim, 10/17)


Disebutkan dalam riwayat lain, dari Sa’d bin Abi Wqqash radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

Ada seseorang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

‘Saya melakukan azl.’ tanya orang itu.




‘Mengapa kamu lakukan itu?’ tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

‘Karena saya kasihan dengan anaknya.’ jawab orang itu.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَوْ كَانَ ذَلِكَ ضَارًّا ضَرَّ فَارِسَ وَالرُّومَ


Jika itu membahayakan untuk anak yang menyusui, tentu akan membahayakan orang-orang Persia dan Romawi. (HR. Muslim 1443)



Sementara hadis yang melarang ghilah adalah hadis dari Asma bin Yazid, beliau mengatakan,


نهي النبي صلى الله عليه وسلم عن الغيلة


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ghilah.” (HR. Abu Daud 3881 & Ibnu Majah 2012)



Namun hadis ini dinilai dhaif oleh al-Albani.

Ibnul Qoyim mengatakan,


وهذه الأحاديث أصح من حديث أسماء بنت يزيد ، وإن صح حديثها فإنه يحمل على الإرشاد والأفضلية ، لا التحريم


Hadis-hadis yang membolehkan ghilah lebih shahih dibandingkan hadis Asma bintu Yazid. Andaipun hadis Asma itu shahih, itu dipahami untuk larangan yang sifatnya bimbingan dan pilihan, dan bukan haram. (Tahdzib Sunan Abi Daud, 2/251).



Menurut medis, Hormon oksitosin
Adapun opini bahwa jika wanita hamil memutuskan menyusui akan membahayakan janin sampai taraf menggugurkannya, maka opini ini juga tidak benar.

Hal itu dikarenakan, yang terjadi adalah; pada saat ibu sedang menyusui, maka aktivitas menyusui itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin, yakni hormon yang merangsang aliran ASI dan kontraksi ringan pada rahim yang mempercepat kelahiran.

Namun kontrakasi pada rahim saat menyusui ini terlalu ringan untuk bisa menggugurkan janin dan malah bisa dinetralisasi secara alami oleh rahim.

Kontraksi rahim akibat menyusui ini hanya akan beresiko pada kasus-kasus khusus seperti ibu memiliki riwayat melahirkan secara prematur, punya nyeri rahim, punya pendarahan rahim, punya rahim lemah, dan semisalnya.

Jika kondisi-kondisi khusus ini tidak ada pada ibu, maka resiko keguguran sesungguhnya tidak ada. Jadi faktor penentu dalam kasus ini sebenarnya kembali pada kesehatan ibu sendiri.

Selama dia secara fisik kuat, banyak minum, menjamin suplementasi vitamin (terutama vitamin D), maka menyusui sambil hamil insyaAllah aman-aman saja.

Patut diingat, wanita hamil yang menyusui, dia harus memenuhi asupan nutrisi tiga nyawa; janinnya, bayi yang disusuinya, dan dirinya sendiri.

Karena itu asupan nutrisi harus mendapatkan perhatian ekstra, karena umumnya wanita yang hamil sekaligus menyusui umumnya mudah merasa lapar.

Janin yang terganggu perkembangannya dalam rahim boleh jadi disebabkan karena kelalaian menjamin asupan nutrisi, bukan karena aktivitas menyusuinya.



Adapun opini bahwa pada saat hamil ASI menjadi basi atau berulat, maka ini adalah mitos yang tidak bisa dipertanggungjwabkan sehingga tidak bisa dipercaya.



Kesimpulannya, ghilah tidak haram dan tidak makruh, karena tidak ada dalil shahih yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Sehingga ini kembali kepada hal mubah, boleh dilakukan, boleh ditinggalkan..

Demikian, Allahu a’lam.

14 Perlakuan Orang Tua Kepada Anaknya ini Bisa Menyumbat Mampat Rezeki


Jangan menjadi orangtua yang seperti ini jika tak ingin rezeki menjadi seret...

Rezeki orangtua seret dan tidak lancar bisa dilihat dari 14 hal ini, salah satunya perilaku terhadap anak. Semoga orangtua kita selalu dilancarkan rezekinya. Amin

Anak adalah rezeki dari Allah SWT. Hal itu menyatakan bahwa anak yang diamanahkan Allah kepada kita adalah rezeki bagi orangtuanya.

Tapi mengapa banyak orang yang tetap susah rezekinya meski memiliki banyak anak.

Padahal sudah berusaha tapi tetap saja rezeki tidak lancar dan malah seret.

Nah, para orangtua camkan dan simak, rezeki menjadi seret itu karena perbuatan buruk anda kepada anak.

Berikut ciri-ciri orangtua yang rezekinya seret karena perbuatan buruk kepada anak.

Ciri-Ciri orang tua yang rezekinya susah

Sebelumnya kita pernah membahas ciri-ciri orang yang susah rezekinya secara umum. Kali ini kita akan membahas khusus mengenai orangtua yang karena perilakunya pada anak-anaknya yang tidak sepatutnya menyebabkan rezekinya susah, hidupnya menderita, kalaupun mendapatkan rezeki, kelakuannya membuat rezeki itu tidak berkah (baca : 30 kebiasaan yang dapat mengurangi keberkahan rezeki).

Inilah ciri-ciri orangtua yang rezekinya susah,yaitu orang tua yang melakukan tindakan sebagai berikut :

1. Memberi makan anak dari sumber yang haram.

Orang tua diperintahkan untuk memberi makan keluarganya dari sumber yang halal dan baik.

2. Menelantarkan anak dengan sengaja.

Seperti halnya kasus orangtua di atas yang dengan sengaja menelantarkan anaknya. Tidak memberi makan, pakaian, pendidikan dan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya padahal ia mampu.

3. Mengajak anak pada kesesatan.

Mendidik anak sesuka hati, tanpa memperhatikan yang baik dan benar. Sengaja menjauhkan anak dari agama dan mengikutsertakan anak dalam kegiatan yang bertentangan dengan agama, seperti mengajak serta anak mencuri, merampok, berbohong, begal bahkan mengemis dengan memperalat rasa kasihan orang pada anak-anak.

4. Menghalangi anak belajar agama.

Ada orangtua yang pemahaman agamanya sangat kurang dan menganggap anaknya tidak penting untuk belajar agama. Mereka dengan sengaja melarang anaknya untuk ikut pengajian, berbusana yang patut dan pantas, melarang datang ke masjid mendengar ceramah dan melarang anaknya bergaul dengan orang-orang saleh.

5. Membeda-bedakan anak.

Orang tua yang sengaja tidak berlaku adil kepada anak-anaknya, mencintai anak yang satu dibanding anak yang lain termasuk kategori ini. Orangtua dituntut adil pada semua anak-anaknya. Bahkan terhadap anak tiri ataupun anak angkat orangtua tetap harus memperlakukan sama dengan anak kandung.

6. Membunuh anak.

Allah Swt melarang kita m3mb*unuh anak dengan alasan miskin karena Allah lah yang akan memberi rezeki mereka lewat orangtuanya. Banyak kasus orangtua yang sengaja m3mb*unuh anaknya karena tekanan ekonomi yang semakin berat, sehingga menganggap m3mbUunuh anak adalah merupakan solusi mengurangi beban ekonominya.

Ada orang tua yang sengaja memb*unuh bayi yang masih dikandungnya (ab*or*si) atau yang telah dilahirkannya, ataupun membuangnya ke selokan/tempat sampah karena malu.

7. Menyesali telah melahirkan anak.

Anak dilahirkan untuk dikasihi dan dicintai, anak merupakan amanat Allah yang diberikan pada kita. Harusnya kita bersyukur diberi kepercayaan mempunyai dan mendidik seorang anak manusia yang nantinya kelak bisa bermanfaat bagi orang lain, negara dan agama.

Banyak orang yang tidak beruntung karena belum dikaruniai anak dari Allah meski telah berupaya sedemikian rupa.

8. Melakukan kekerasan pada anak.

Orang tua yang suka melakukan kekerasan baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik masuk dalam kategori ini. Kekerasan verbal maksudnya suka memaki, mengata-ngatai anak, mengomeli yang membuat anak sakit hatinya, sementara kekerasan fisik yakni dengan sengaja memukul, menyakiti badan anak sehingga menimbulkan bekas atau luka di badannya.

Satu lagi yang perlu dimasukkan di sini adalah keke*rasan s3k*su4l termasuk pelecehan maupun perk*sa*an yang dilakukan orangtua terhadap anaknya, baik anak kandung, anak tiri maupun anak angkat.

9. Mencoret anak dari daftar ahli waris dengan sengaja.

Dalam agama setiap anak memperoleh bagian yang ditetapkan dari harta orangtua yang ditinggalkannya. Tidak boleh orangtua dengan semena-mena menghilangkan hak waris anak, ini juga salah satu tindakan yang tidak adil dari orangtua terhadap anak.

10. Membiarkan anak melakukan keburukan.

Tugas orang tua ialah mendidik anak-anaknya agar mereka bisa berjalan lurus dan tetap dalam koridor. Apabila anak ternyata melakukan keburukan adalah tugas orangtua untuk meluruskannya kembali. Jika anak kecanduan nar*k0ti*ka orangtua bisa mengikutkannya reha*bili*tasi / terapi.

Begitupun jika terlibat kejahatan seperti begal motor, perampokan, perk*sa*an, orang tua tidak boleh membiarkan anak terus berada di jalan yang salah.

11. Memberikan beban di luar kemampuan anak.

Orangtua tidak boleh memberikan tugas dan tanggung jawab yang berat di luar kemampuan anak. Menyuruh anak mencari nafkah di jalanan sementara orangtua enak-enakan tidur di rumah adalah tindakan tercela.

12. Memberikan nama yang buruk pada anak.

Adalah merupakan kewajiban orangtua untuk memberi nama yang baik pada anak. Nama adalah doa. Memberi nama anak yang buruk berarti mendoakan keburukannya, sebagus apapun nama itu kedengarannya.

13. Membiarkan anak diasuh orang non muslim.

Hal ini sangat bahaya karena bisa menjadi murtad dan belajar agama yang lain di luar islam.

14. Melahirkan anak di luar nikah.

Pernikahan ialah salah satu pintu halal untuk melakukan hubungan s3k*su4l. Jika hubungan dilakukan di luar pernikahan dan menghasilkan anak, anak itu tetap suci dan bukan anak haram. Yang haram ialah perilaku orang tuanya yang berzina. Zina itu penjauh rezeki.

Semoga kita tidak termasuk orang tua yang susah rezekinya karena mengasuh, mendidik dan memperlakukan anak kita dengan salah. Anak adalah merupakan rezeki, titipan, amanah Allah yang harus kita perlakukan sebaik-baiknya, karena kelak di akhirat kita akan ditanya tentang hal itu.

Rasulullah Sangat Marah Kepada Orangtua yang Suka Melakukan 4 Hal ini Kepada Anaknya




Tak cuma anak yang bisa dosa karena durhaka kepada orangtua, tetapi orangtua pun bisa berdosa kepada anak...


Karena Nabi Muhammad sangat marah dan benci kepada orangtua yang suka melakukan tindakan kejahatan kepada anak. Seperti 4 kejahatan orangtua kepada anak ini..

Anak merupakan titipan dari Allah yang harus dijaga dan dirawat dengan baik dan benar.

Baik buruknya anak tergantung cara orangtua merawat serti mendidiknya.

Karena dari survei dilapangan, sekarang banyak terjadi kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap anak.

Dan pelakunya pun tidak lain adalah orangtua itu sendiri.

Maka dari itu sayangi anak dan jangan melakukan tindak kejahatan pada anak, seperti 4 perbuatan keji kepada anak ini. Sebab bisa membuat Rasulullah sangat marah.

1. Memaki dan menghina anak


foto via tribunnews.com

Bagaimana orang tua dikatakan menghina anak-anaknya? Yaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya. Lebih jahat lagi jika itu dilakukan di hadapan teman-teman si anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk.


Seorang lelaki penah mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil putra orang tua itu dan menghardiknya atas kedurhakaannya. Tidak lama kemudan anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sang anak memiliki hak atas orang tuanya?”
“Betul,” jawab Umar. 
“Apakah hak sang anak?” 
“Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar. 
“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, ia adalah wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; ia menamakanku Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an,” kata anak itu.
Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.”

Rasulullah saw. sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).

Karena itu Rasulullah saw. kerap mengganti nama seseorang yang bermakna jelek dengan nama baru yang baik. Atau, mengganti julukan-julukan yang buruk kepada seseorang dengan julukan yang baik dan bermakna positif. Misalnya, Harb (perang) menjadi Husain, Huznan (yang sedih) menjadi Sahlun (mudah), Bani Maghwiyah (yang tergelincir) menjadi Bani Rusyd (yang diberi petunjuk). Rasulullah saw. memanggil Aisyah dengan nama kecil Aisy untuk memberi kesan lembut dan sayang.

Jadi, adalah sebuah bentuk kejahatan bila kita memberi dan memanggil anak kita dengan sebutan yang buruk lagi dan bermakna menghinakan dirinya.

2. Melebihkan seorang anak dari yang lain


Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orang tua kepada anaknya. Sikap ini adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orang tuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.

Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku –’Amrah binti Rawahah—kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehinggi menemui Rasulullah.’ Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah saw. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku. Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Hibaat, hadits nomor 3055).

Dan puncak kezaliman kepada anak adalah ketika orang tua tidak bisa memunculkan rasa cinta dan sayangnya kepada anak perempuan yang kurang cantik, kurang pandai, atau cacat salah satu anggota tubuhnya. Padahal, tidak cantik dan cacat bukanlah kemauan si anak. Apalagi tidak pintar pun itu bukanlah dosa dan kejahatan. Justru setiap keterbatasan anak adalah pemacu bagi orang tua untuk lebih mencintainya dan membantunya. Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban)

3. Mendoakan keburukan bagi si anak


foto via busy.org

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tsalatsatu da’awaatin mustajaabaatun: da’watu al-muzhluumi, da’watu al-musaafiri, da’watu waalidin ‘ala walidihi; Ada tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa (keburukan) orang tua atas anaknya.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1828)

Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Saking bencinya, seorang ibu bisa sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan agar anaknya celaka, melaknat dan memaki anaknya. Sungguh, ibu itu adalah wanita yang paling bodoh. Setiap doanya yang buruk, setiap ucapan laknat yang meluncur dari lidahnya, dan setiap makian yang diucapkannya bisa terkabul lalu menjadi bentuk hukuman bagi dirinya atas semua amal lisannya yang tak terkendali.

Coba simak kisah ini. Seseorang pernah mengadukan putranya kepada Abdullah bin Mubarak. Abdullah bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau pernah berdoa (yang buruk) atasnya.” Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah bin Mubarak berkata, “Engkau telah merusaknya.”

Na’udzubillah! Semoga kita tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang itu. Bayangkan, doa buruk bagi anak adalah bentuk kejahatan yang akan menambah rusak si anak yang sebelumnya sudah durhaka kepada orang tuanya.

4. Tidak memberi pendidikan kepada anak


suarakomunitas.net

Ada syair Arab yang berbunyi, “Anak yatim itu bukanlah anak yang telah ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan hina. Sesungguhnya anak yatim itu adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya.”

Perhatian. Itulah kata kuncinya. Dan bentuk perhatian yang tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak. Dan segala kejahatan pasti berbuah ancaman yang buruk bagi pelakunya.

Perintah untuk mendidik anak adalah bentuk realisasi iman. Perintah ini diberikan secara umum kepada kepala rumah tangga tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dan kelas sosial. Setiap ayah wajib memberikan pendidikan kepada anaknya tentang agamanya dan memberi keterampilan untuk bisa mandiri dalam menjalani hidupnya kelak. Jadi, berilah pendidikan yang bisa mengantarkan si anak hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.


Perintah ini diberikan Allah swt. dalam bentuk umum. “Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Adalah sebuah bentuk kejahatan terhadap anak jika ayah-ibu tenggelam dalam kesibukan, sehingga lupa mengajarkan anaknya cara shalat. Meskipun kesibukan itu adalah mencari rezeki yang digunakan untuk menafkahi anak-anaknya.
Jika ayah-ibu berlaku seperti ini, keduanya telah melanggar perintah Allah di surat Thaha ayat 132.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

Rasulullah saw. bersabda, “Ajarilah anak-anakmu shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila tidak melaksanakan shalat) pada usaia sepuluh tahun.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Shalah, hadits nomor 372).


Kisah Nyata Ketika Cinta Seorang Ibu Tak Terbalas Ini, Membuat Siapa Saja Menangis


Saat itu saya baru saja selesai konsultasi di sebuah rumah sakit tak jauh dari rumah saya. Saat saya melewati suatu ruangan, tiba-tiba saya berhenti mendadak, sehingga suami saya sedikit kaget. “Saya mengenal ibu tua itu. kenapa ia terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit. Saya beserta suami pun menghampirinya.

“Assalamu’alaikum Ibu... Ini bu Irfan yah?”

Ia membuka matanya. “Siapa?” Katanya menatapku lalu ia kembali memejamkan matanya.

“Ibu ini sudah enggak ngenalin siapa siapa lagi bu. Kerjanya ngomel aja. Diajak ngomong gak nyambung. Makan gak mau, ini barusan minum obat mungkin ngantuk,” kata seorang pria yang menunggui ibu itu.


Tiba – tiba si ibu kembali mengomel dengan bahasa sunda yang artinya kurang lebih begini, “Pusing, udah tua, capek, pengen istirahat. Gak ada penghargaannya.”

Pria itu berkata, “Anaknya gak ada yang nungguin Bu. Kemarin ada anak angkatnya yang laki-laki nungguin sehari, terus pulang. Kalau anaknya yang perempuan paling dateng sebentar terus pulang lagi. Katanya adiknya hari ini ada yang mau datang tapi sampai jam segini belum muncul.”

“Bapak ini siapanya ibu?” Tanya saya. Karena seingat saya mengenal ibu ini saya belum pernah melihat bapak satu ini.

“Saya bukan siapa-siapa. Saya kerja disini, suka ngurusin nganter jemput kalau ibu cuci darah. Karena gak ada yang nungguin, kasihan. Jadi saya tungguin, takut pengen apa-apa. Tadi saya suapin makan dapet cuma 3 suap,” jawabnya.

Saya dan suami tercengang. “Bukan siapa -siapa?” Pikirku dalam hati. Tapi yang dilakukannya lebih dari orang yang seharusnya bertanggung jawab merawat si ibu.

Hati ini tiba tiba terasa pilu. Saya berusaha mengalihkannya dengan membaca sedikit surat-surat pendek yang saya hafal. “Ibu jangan ngomel ngomel yaa, Istighfar aja. Dzikir biar selalu inget sama Allah.”

Mendengar ucapan saya ia kembali menatap saya dan mengangguk. Lalu beliau langsung melafadzkan dzikir. Sedih saya melihatnya. “Benar kata orang, kalau orang tua kaya anak jadi raja, tapi kalau anak kaya orang tua jadi pembantu.” Kata pria itu lagi.

“Pak… Saya pamit aja, biar ibu istirahat. Saya titip ibu ini yaa… Beliau sangat baik dengan semua orang.”

Pria itu menjawab, “Iya Bu… Ibu ini orangnya baik banget. Saya gak ngerti kenapa anaknya begitu.”

“Ibu, saya sama suami pulang yaa… Sekalian minta maaf kalau saya, suami dan anak anak saya punya salah.”

Beliau kembali membuka mata dan menatap saya. “Sama-sama yaa bu.. (Beliau kembali bisa memahami apa yang saya katakan dan merespon dengan benar).”

“Inget yaa bu jangan ngomel. Dzikir aja.” Kataku lagi. Beliau pun tersenyum dan kembali berdzikir.

Kami pun keluar ruangan. Sambil berjalan saya terkenang sikap beliau. Pedih hati ini semakin terasa ketika saya mengingat betapa sang ibu begitu mencintai anaknya. Saya tau persis karena ketika ibu ini sehat, beliau suka sembunyi sembunyi datang ke rumah sekadar bercerita mengeluarkan isi hatinya. Dan saya hanya menjadi pendengar setia dan pengusap punggungnya ketika ia menangis. Kecintaannya pada anaknya tidak jarang mengorbankan mimpi, harapan dan kebahagiaannya.

Beberapa hari kemudian saya mendapatkan kabar, ibu itu keluar dari rumah sakit, namun tidak dibawa ke rumahnya. Beliau di tempatkan di gubuk tanpa ubin di desa terpencil dekat kerabatnya. Anaknya hanya menjenguknya sesekali. Selang berapa minggu beliau menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di desa itu.

Beliau adalah orang yang baik, sebuah pelajaran bahwa kecintaan kita pada anak belum tentu menjadikan cinta yang berbalas. Kecintaan kita pada anak jangan sampai melalaikan kita untuk juga berbuat baik pada orang orang di sekeliling kita. Karena balasan kebaikan itu tidak pernah kita ketahui kapan, bagaimana dan dari siapa kelak kita dapatkan.

Semoga kita di izinkan oleh Allah memiliki anak anak yang shalih dan shalihah yang mau mengasihi, menyayangi dan mengurus kita saat kita tidak lagi berdaya dengan penuh kasih sayang dan ikhlas. Dan semoga amal kebaikan Ibu Irfan mendapatkan balasan dari Allah berupa tempat tinggal yang baik di surga-Nya, Aamiin Allahumma Aamiin

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Terlalu Sering Makan Camilan Seblak, Gadis Cilik Ini Alami Hal Menyakitkan Di Bagian Perut


TERJADI PEMBENGKAKAN PADA BAGIAN USUS ANAK INI
Dibalik kelezatan makanan seblak ternyata menyimpan resiko bagi tubuh yang mengerikan.

Seblak menjadi Makanan yang baru-baru ini banyak diminati masyarakat.

Makanan yang berbuat dari kerupuk yang direbus dan di beri bumbu serta campuran beberapa sayuran.

Namun tahukah kamu baru-baru ini ada kejadian seorang bocah mengalami sakit di perutnya karena makanan ini.

Seperti yang dikutip dari bogor.tribunnews.com, akun Facebook Desy Puspita Yulida membagikan pengalaman yang menimpa sang anak.

BAHAYA MAKAN SEBLAK DRI KERUPUK MENTAH YG DI RENDAM tpi ttp kenyal
Pulang sekolah Salma perutnya kesakitan....

lama kelamaan tidak bs d gerakan sama sekali seperti keram usus...aq bawa ke Igd Rs.Immanuel...

sewaktu d periksa ama dokter igd salma muntah" dan diare...lalu diadakan pemeriksaan cek darah dan ronsen hasil nya asam lambung naik Leukosit sel darah putih nya 14rb lebih..

Setelah d infus besok nya dilakukan USG.. cek darah dan ronsen ...

setelah d bacakan hasil nya sm Dokter spesialis bedah anak...

usus nya terjadi pembengkakkan dan kata dokter usus buntu...dan kalau setelah plg dri sini perut nya sakit lg harus segera puasa selama 6 jam dan langsung tindakan operasi...kalo tidak usus nya akan pecah ...klo ususnya sudah pecah akan mengganggu rahim dan efek kdpn nya tdk bs pnya Anak Naudzubillah penjelasan dokter sungguh sangat bikin dada sesak....


Dokter bertanya Apakah anak ini suka makan seblak?...salma menjawab iya....dan dokter pun bilang ...saya udh ratusan org dlm sthn ini mengoperasi yg usus buntu karna makan seblak.. saya bertanya kpd dktr..knp Dok anak saya bs kena usus buntu..pdhl ga bgtu suka pedes...

Usus buntu yg anak ibu alami bkn krna cabe nya...tpi karena kerupuk mentah klo d simpan dlm aer tpi tdk hancur malah jd kenyal ..kebayang ga ibu akan bagaimana...begitupun d dlm usus qt...kerupuk itu tdk akan hancur..

Maka berhati hatilah ibu" yg mempunyai anak gadis yg suka makan seblak kerupuk kering yg d rendam tpi kerupuk nya masih kenyal dan blm matang krna bs menyumbat d usus dan terjadi infeksi.....lebih baik mencegah drpd mengobati....

Syafakillah uni salma sayang...Allah alwayz love U...InsyaAllah smuanya akan baik" saja ya sayang.

Terlalu Sering Mengkonsumsi Makanan Ini, Usus Anak Ini Dipotong 2 Kali, Tolong Sebarkan!!!!

online colleges
online colleges and universities
online colleges in singapore
online colleges for veterinary technician
online colleges reviews and rankings
online colleges in texas
online colleges in alabama
online colleges in ohio
online colleges in ga
online colleges in pa
online colleges in florida
online colleges in nc
online colleges in california
online colleges in michigan
online colleges in sc
online colleges in mn
online colleges in indiana
online colleges for military
online colleges in tn
online colleges for nursing
online colleges in ky
online colleges accredited
online colleges alabama
online colleges art
online colleges automotive mechanic
online colleges australia
online colleges alberta
online colleges az
online colleges associate's degree
online colleges arkansas
online colleges affordable
online colleges accredited by the department of education
online colleges accounting
online colleges at your own pace
online colleges accredited by sacs
online colleges and universities with low tuition
online colleges application
online colleges admission
online colleges and universities in florida
online colleges architecture
online colleges business
online colleges best
online colleges baton rouge
online courses bc
online colleges biology
online colleges business management
online colleges based in georgia
online colleges by cost
online colleges bachelor's degree human services
online colleges bachelor's degree
online colleges best rated
online colleges bakersfield ca
online colleges bc
online colleges by tuition
online colleges best value
online colleges by state
online college bookstore
online college books free
online college best
online college business management
online colleges canada
online colleges california
online colleges cheap
online colleges courses
online colleges colorado
online colleges criminal justice
online colleges cost
online colleges computer science
online colleges cheap tuition
online colleges ct
online colleges chicago
online colleges creative writing
online colleges cheapest
online colleges columbus ohio
online colleges careers
online colleges christian
online colleges comparison
online colleges covered by gi bill
online colleges columbia sc
online colleges cna
online colleges degrees
online colleges dallas tx
online colleges denver
online colleges degree programs
online colleges dental assistant
online colleges dental hygienist
online colleges dietitian
online colleges delaware
online colleges dubai
online colleges dallas texas
online college degrees
online college degrees free
online college degrees cheap
online college degrees best
online college diploma
online college degrees fast
online college degrees texas
online college dictionary
online college diploma programs
online college degrees accredited
online colleges enrolling now
online colleges education
online colleges engineering
online colleges employment
online colleges education degree
online colleges early childhood education
online colleges easy to get into
online colleges el paso tx
online colleges early childhood education associates degree
online colleges easy admission
online colleges electrical engineering
online colleges english majors
online colleges employment opportunities
online colleges employers respect
online colleges.edu
online college education free
online college everest
online college edu
online courses edx
online course english
online colleges for it
online colleges for cheap
online colleges florida
online colleges for psychology
online colleges for social work
online colleges for teaching
online colleges for business
online colleges for criminal justice
online colleges for early childhood education
online colleges for accounting
online colleges for military spouses
online colleges for veterans
online colleges for medical billing and coding
online colleges for engineering
online colleges for international students
online colleges for associates degree
online colleges for photography
online colleges georgia
online colleges gi bill
online colleges graphic design
online colleges ga
online colleges general studies degree
online colleges game design
online colleges general education
online colleges greenville sc
online colleges graduation rates
online colleges grants
online colleges give free laptops
online colleges gi bill approved
online colleges go at your own pace
online colleges general studies
online colleges good or bad
online colleges georgia accredited
online colleges give credit work experience
online colleges give refund checks
online colleges gratis
online colleges guide
online colleges human resources
online colleges hiring
online colleges history degree
online colleges hawaii
online colleges hiring teachers
online colleges horticulture
online colleges hiring adjunct faculty
online colleges healthcare administration





HOW TO INVEST The Importance of Financial Investments


If you're just starting out, beginning an investment program may be something that hasn't been on your radar. You may be more concerned with how to pay for items like food and gasoline. However, if you can scrape together even a small amount of money for investment purposes, you'll be on your way to creating a much rosier financial picture in the years to come.

Beating InflationIn addition to making for uncomfortable sleeping, stuffing your money under a mattress does little to mitigate the impact of inflation over time. Putting your money in a regular bank savings account won't help much either because of the typically minuscule interest rates. While placing your money in investment vehicles, such as stocks and mutual funds, introduces an element of risk, you stand a much better chance of outpacing the inflation rate throughout a period of years.
Saving for Retirement

Depending solely on social security benefits as your source of retirement income probably won't cut it unless you plan to subsist on a diet of rice and water. Unless your company offers a sizable pension plan, you will probably need to start an investment program as early as possible to ensure a comfortable retirement. IRAs offer an easy way to invest for retirement and also provide certain tax benefits. If your employer offers a 401k plan, you can benefit from the matching funds that many companies will deposit in your account on your behalf.
Putting Your Money to Work


If you have a job, you're undoubtedly familiar with the concept of working for your money. Investing allows you to turn the tide by making your money work for you. Through the magic of compound interest, for example, your accumulated interest actually earns additional money without you having to lift a finger. Consequently, your original investment can multiply greatly over time. For example, if you invested $1,000 at an interest rate of 7 percent compounded annually, your investment would grow to $7,612.26 after 30 years.
Financial Resource


Some investments can fulfill more than one financial purpose and serve as a valuable resource. For instance, when you purchase a home, it may appreciate in value and yield a handsome profit when you sell it. Additionally, as you make your monthly mortgage payments you build up equity, which is the amount of your ownership stake in the property. You can borrow against your accumulated equity by taking out a home equity loan or home equity line of credit to help you more immediate financial needs.

HOW TO INVEST Five Key Points to Consider Before Investing

So you and your special someone are thinking about beginning an investment program. That's a wise move because the earlier you start investing the more time your nest egg has to grow. Invest only $250 a month for 20 years at 5 percent interest and you'll have $102,758. Increase the rate of return to 8 percent and the total jumps to $147,255.

Financial Fitness


Before you start socking away money in an investment account do a fitness check on your finances. Your savings account should total from three to six months of living expenses before you start playing the stock market. It doesn't make sense to invest money until you've paid off your credit card balances. The average credit card interest rate on new credit cards as of June 8, 2012, is 14.9 percent according to FoxBusiness.com.
Risk Tolerance


Different types of investments have different levels of risk. A savings account has very little risk, but then the rate of return is low as well. Money markets are rather safe. Mutual funds spread the risk because a number of companies make up the mutual fund's portfolio. Investing in individual companies can pay off handsomely or help you lose money. If you get butterflies at the mere thought of losing any of your investment then consider a low risk investment strategy.
Goals


Determine your goals. Sit down with each other and your favorite beverage and hash out why you want to invest, how much you plan on investing each month and what you hope your investment portfolio will total at the end of one year, two years, five years and 10 years. Consider that as your life changes your goals may change. While your current goal may be to save enough for a down payment on a home, in 15 years you may be looking at funding your kids' college education.
Diversification


All your eggs in one basket is a bad investment strategy. In other words don't put all your money in tech stocks, gold or your cousin's Vinny's pizza parlor. Diversify your investment portfolio, so that if one investment tanks, the others won't be affected. That includes any investing in your employer's stock. If your employer goes bankrupt, not only have you lost your job, you've lost your investments. Consider liquidity as well as risk. Getting cash out of your money market takes place nearly instantaneously. Artwork, collectibles and antiques may take weeks to sell and depending on the market, may not yield as much as you hoped.
Time and Knowledge


Getting up to speed on what to invest in takes time and knowledge. If that doesn't appeal to either of you, consider a financial planner or adviser. Planners are paid on a commission based on what you invest in or a flat fee based on how much time he spends with you.